oleh

RI Butuh Rp15 Triliun untuk Transisi Energi

ANAMBASNEWS.COM – Pemerintah Republik Indonesia (RI) membutuhkan dana hingga US$1 triliun atau Rp15 ribu triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS) untuk bisa mencapai transisi energi menuju net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan dana besar tersebut dibutuhkan untuk menciptakan energi baru yang ramah ramah lingkungan.

“Untuk Indonesia sendiri, untuk sektor energi total investasi yang dibutuhkan akan lebih dari US$1 triliun hingga tahun 2060,” ujarnya dalam Grand Launching Indonesia Energy Transition Mechanism Country Platform, Bali, yang dilansir dari cnnindonesia.com, Senin, 14 November 2022.

Beberapa sumber energi baru yang sedang dan akan dikembangkan pemerintah untuk mencapai energi bersih adalah seperti hidrogen, amonia, angin, hingga nuklir.

Kendati demikian, kebutuhan anggaran yang besar tersebut tidak bisa dipenuhi hanya dari APBN saja. Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan dukungan pendanaan dari pihak swasta.

“Untuk memenuhi pendanaan tersebut, kami menyadari tidak akan mampu melakukannya sendiri. Sektor swasta memiliki peran penting dalam menghasilkan pembiayaan tambahan menuju energi bersih,” jelasnya.

Rida berharap pihak swasta akan melihat komitmen Indonesia ini dan mau memberikan dukungan pendanaan. Apalagi, transisi energi memang menjadi salah satu agenda penting dunia.

“Keterlibatan badan usaha sangat dituntut, khususnya dalam pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan. Saya berharap kami dapat meningkatkan kolaborasi untuk melakukan diskusi lebih lanjut untuk mengidentifikasi opsi pembiayaan dan untuk mempromosikan pendekatan yang kompatibel untuk keuangan bersih,” pungkasnya.

Editor: SR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed