oleh

Meningkatkan Investasi dan Mengatasi Tantangan, Sorotan SKK Migas CEO Forum 2024

-Nasional-75 views

ANAMBASNEWS.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan CEO Forum di Bogor dengan fokus pada “Meningkatkan Investasi untuk Eksplorasi Masif & Pertumbuhan Masa Depan di Hulu Migas Indonesia”, Sabtu, 3 Februari 2024.

Acara ini bertujuan untuk menjalin komitmen antara SKK Migas dan Kontraktor Kerjasama Kontraktual (KKKS) dalam mengatasi tantangan pada tahun 2024 dan menyusun strategi solusi yang efektif.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menekankan peran forum dalam mengidentifikasi permasalahan operasional tahun 2024, memastikan pelaksanaan Kerja, Program & Anggaran tahun 2024 tepat waktu, dan menetapkan program-program untuk mengisi kesenjangan.

Komitmen yang ditandatangani pada acara tersebut menekankan pendekatan yang agresif, efisien, dan tepat waktu dalam pelaksanaan Kerja, Program & Anggaran 2024.

Dalam pidatonya, Dwi menyoroti pencapaian luar biasa pada tahun 2023, di mana komitmen bersama menghasilkan investasi sebesar US$ 13,7 miliar yang memecahkan rekor di industri hulu minyak dan gas Indonesia—tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Pencapaian ini melampaui tahun 2022 sebesar 13% dan menggandakan tren investasi hulu migas global sebesar 6,5%, yang menunjukkan upaya kolaboratif.

Dwi menggarisbawahi pertumbuhan industri yang terlihat dari peningkatan aktivitas pengeboran dan proyek onstream. Khususnya, 799 pengeboran sumur pengembangan pada tahun 2023 merupakan yang tertinggi dalam 8 tahun terakhir. Reserves Replacement Ratio (RRR) yang melebihi 100% dalam 6 tahun terakhir, mencapai 123,5% pada tahun 2023, dengan target 166% pada tahun 2024, menunjukkan perkembangan yang berkelanjutan.

Kepala SKK Migas memaparkan lima proyek strategis nasional dengan total investasi USD 45,09 miliar, serta rencana 95 proyek migas hingga tahun 2029 dengan belanja modal USD 3,28 miliar. Untuk tahun 2024, 15 proyek operasional ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

Terkait eksplorasi, Dwi mendesak adanya pergeseran strategis menuju target eksplorasi menengah-besar dan pengembangan migas non-konvensional. Target 48 sumur eksplorasi pada tahun 2024 mencerminkan peningkatan sebesar 171% sejak tahun 2020. Penemuan penting seperti Geng North dan Layaran menempatkan Indonesia kembali dalam peta migas global.

Namun, Dwi mengakui adanya tantangan, termasuk KKKS yang fokus pada penurunan lapangan alami dan keterlambatan dalam mengkonversi cadangan menjadi produksi. Komitmen untuk melaksanakan Rencana Pembangunan (POD) dan penyelesaian proyek tepat waktu sangatlah penting. Mengatasi tantangan dalam proyek gas, termasuk penundaan penyerapan oleh pembeli, juga merupakan hal yang penting.

Sebagai penutup, Dwi menekankan komitmen kolaboratif sebagai kunci pencapaian target tahun 2024 dan mempertahankan tren industri yang positif. Artikel ini menggarisbawahi pentingnya melanjutkan eksplorasi, penyelesaian proyek, dan mengatasi tantangan operasional bagi pertumbuhan sektor hulu minyak dan gas Indonesia.**

Editor : Sarwanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed