oleh

Mengenal Batik CUAL dari Kabupaten Kepulauan Anambas

ANAMBASNEWS.COM – Batik, sebagai produk kerajinan khas Indonesia, telah lama menjadi bagian dari khasanah budaya Bangsa Indonesia. Diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, Batik menampilkan beragam motif dan ciri khas yang mencerminkan keberagaman budaya dan lingkungan sekitarnya.

Abu Hanifah, Liaison Officer Harbour Energy, menyoroti keunikan Batik CUAL sebagai ciri khas Kabupaten Kepulauan Anambas, membedakannya dari daerah lain di Indonesia. Kabupaten ini menonjolkan identitasnya melalui karya seni rupa yang memukau dan menggambarkan kekayaan budaya lokal.

Liaison Officer Harbour Energy dan Camat Jemaja Timur tampilkan Hasil Batik Masyarakat Desa Genting Pulur.

Desa Genting Pulur, dengan potensi mangrove yang luar biasa, menjadi destinasi menarik bagi wisatawan. Lebih dari sekadar daya tarik pariwisata, mangrove di sini juga menjadi bahan utama dalam proses pewarnaan Batik. Pelatihan Batik Mangrove di Desa Genting Pulur merupakan hasil usulan dari Pemerintah Desa kepada Harbour Energy, mencerminkan aspirasi masyarakat untuk menggali potensi lokal mereka.

Arpandi, CD Officer Harbour Energy, berharap pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar, menjadikan Desa Genting Pulur sebagai Desa Wisata Batik Mangrove yang sukses.

“Keberhasilan ini kami harapkan tidak hanya merangsang perkembangan ekonomi masyarakat setempat melalui peningkatan kualitas dan kuantitas Batik Mangrove, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekowisata Batik Mangrove di seluruh Kabupaten Kepulauan Anambas,” kata Arpandi, Rabu 20 Desember 2023.

Sementara itu, Bambang Asmara, eks Kades Genting Pulur, mewakili rasa terima kasih masyarakat atas dukungan dan bantuan dari Harbour Energy. Dukungan ini dianggap krusial dalam menyukseskan kegiatan Batik Mangrove di Genting Pulur, yang tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sumber potensial penghasilan bagi penduduk setempat.

Kegiatan pelatihan resmi dibuka oleh Camat Jemaja Timur, Pak Wan Iwan Marzuni, dan diikuti dengan antusias oleh 20 peserta dari masyarakat Genting Pulur, yang akan dibimbing oleh pemateri ahli dari Jakarta. Semangat kolaborasi antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat lokal menjadi kunci untuk mengangkat potensi lokal dan menjadikan Batik Mangrove sebagai daya tarik utama Kabupaten Kepulauan Anambas. (ADV)

(Anang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed