oleh

Bupati Anambas : STQH Sarana Pembelajaran dan Evaluasi Kemajuan Masyarakat 

-Gallery-104 views

ANAMBASNEWS.COM – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris membuka secara resmi perhelatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-VIII tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas di Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Kamis 16 Maret 2023 malam.

Dalam pidatonya, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, mengatakan perhelatan ini mengusung tema “Melalui STQH Ke-VIII Tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas, Kita Kembangkan Generasi yang Berakhlak Karimah untuk Mewujudkan Generasi Milenial Quran.”

“Kami menilai tema ini sangat tepat, karena Al Quran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam semua aspek kehidupan masyarakat muslim. Al Quran juga mempunyai fungsi sebagai sumber hukum inspirasi pedoman kepribadian kekuatan dan dasar dalam masyarakat muslim akhlakul karimah,” kata orang nomor satu di Kabupaten Anambas.

Bupati Abdul Haris, menuturkan, STQH merupakan rutinitas bagi umat Islam di Kabupaten Kepulauan Anambas sehingga di seluruh dunia, karena STQH merupakan agenda penting yang dilaksanakan setiap tahunnya dari tingkat desa tingkat kecamatan hingga kabupaten dan nasional.

“Pelaksanaan STQH ini tidak hanya sekedar bermakna sebagai peneguhan syiar Islam saja, tetapi lebih jauh diharapkan menjadi barometer untuk mengukur hasil atau outcome dari kegiatan pembelajaran Al Quran yang berlangsung di masyarakat yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Anambas,”kata Abdul Haris.

 

Menurut Abdul Haris, juga menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong kuat dan memicu percepatan pembangunan terutama dari segi keagamaan atau pencerahan rohani dan cahaya kedamaian serta mewarnai akhlakul karimah masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas hingga sampai saat ini.

 

“Pelaksanaan STQH ini juga tentunya menjadi sarana pembelajaran dan evaluasi bagi kemajuan masyarakat dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang dalam membaca dan menulis bagi kemajuan masyarakat dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang dimulai dari pemahaman dalam membaca dan menulis Alquran secara baik dan benar,” pungkasnya.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed